RENUNGAN

TUHAN selalu memberikan HARAPAN kepada orang yang Tidak Menyerah. DIA memberikan MUJIZAT pada orang yang Percaya. Dan Dia TIDAK MENINGGALKAN mereka yang berjalan bersama-Nya.

Warisan Bapa

                                                             WARISAN BAPA

Seorang murid bukanlah seorang Pewaris dari seorang Bapa, kecuali dia menjadi anak
Seorang Mentor harus menjadikan muridnya seperti anaknya, demikianlah seorang Mentor juga berperan sebagai seorang Bapa bagi muridnya.  Karena hanya seorang Bapa yang memiliki warisan kepada anaknya.
Apa yang diwariskan oleh Bapanya (dalam hal ini Mentor) kepada anaknya ?  yaitu Warisan Rohani

Setelah bertahun-tahun Elisa menghabiskan waktunya bersama Elia, Elisa mampu mengamati dan belajar darinya.  Hal ini memberikan posisi Head Start (di depan) bagi Elisa, tetapi Elisa tidak puas dia ingin menjadi Head (kepala), menginginkan dua bagian roh Elia sebagai warisan yang seharusnya hanya dimiliki oleh anak sulung, Elisa menuntut hak kesulungan tetapi dia harus menjadi anak sebelum menerima warisan hak kesulungan itu.
Berkatalah Elia: "Yang kauminta itu adalah sukar. Tetapi jika engkau dapat melihat aku terangkat dari padamu, akan terjadilah kepadamu seperti yang demikian, dan jika tidak, tidak akan terjadi (2 Raja 2 :10)
Untuk menerima itu Elisa harus membuktikan dirinya sendiri berharga sebagai seorang anak sejati.
Anak sejati adalah anak yang akan tinggal bersama dengan ayahnya dan menyelesaikan tugas pelayanan ayahnya sampai pada akhirnya
Seberapa banyak murid telah gagal menjadi anak, karena telah meninggalkan panggilan pelayanan, tidak menyelesaikan sampai tuntas tugas pelayanannya. 
Tuhan Yesus menerima warisan pelayanan dari Bapa Surgawi yaitu melakukan Kehendak-Nya dan menyelesaikan pekerjaan-Nya, (Yoh 4 : 34 : Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya)
Yesus tidak melakukan apa-apa menurut kehendak-Nya sendiri, tetapi melakukan apa yang diwariskan oleh Bapa kepada-Nya yaitu melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.
Yoshua belajar dari kehidupan  Musa sebagai Bapanya dan menyelesaikan tugas warisan Bapanya Musa untuk membawa bangsa Israel masuk kedalam tanah perjanjian.

Seorang Mentor tidak hanya membangun Gaya hidup tetapi juga menananmkan Kehidupan dalam diri Muridnya.

Adakah seorang Bapa dalam Gereja ?
Banyak orang percaya berjalan seperti anak-anak yatim piatu.  Mereka mempunyai sebuah rumah yang namanya Gereja, tetapi mereka tidak mempunyai seorang Bapa di dalam rumah itu.
Sebuah gereja yang kuat dan sehat harus mempunyai seorang Bapa di dalamnya.

1. Seorang pendeta adalah seorang gembala di dalam gereja, ia memimpin dan membimbing kita, memberikan konseling dan menghibur.  Gembala akan berdiri disamping kita untuk memberikan dukungan saat kita membutuhkannya.  Mungkin kita mengasihi dan dekat dengannya, tapi ia tetap seorang pendeta bagi kita bukan seorang Bapa.

2. Seorang guru mengajar dan membantu kita memahami kebenaran-kebenaran alkitabiah.  Ia menjadikan kebenaran relevan dan dapat diterapkan di dalam kehidupan kita sehari-hari, ia menjelaskan tentang doktrin dan mampu berkomunikasi secara efektif.  Mungkin kita menikmati  caranya mengajar dan bertumbuh dibawah pelayanan pengajarannya, tapi ia tetap masih seorang guru bagi kita dan bukan seorang Bapa.

3. Seorang rasul adalah seseorang yang mengimpartasi dan membangun dengan akurat.  Ia berbicara secara langsung ke dalam diri kita dan menata hidupdan rumah kita. Ia bergerak berdasarkan tujuan dan kadang-kadang bisa bersikap keras dengan permintaan-permintaan dan pendisiplinan, tapi ia tetap masih seorang rasul bagi kita dan bukan seorang Bapa.

4. Seorang nabi berperan sebagai suara Tuhan, dengan firman pewahyuan, ia akan berbicara ke dalam hidup kita.  Firman yang disampaikan memberikan konfirmasi, pengarahan, koreksi atau impartasi ke dalam hidup kita.  Sebuah pelayanan profetik dapat menimbulkan dampak yang sangat dalam dalam roh kita, tapi ia tetap seorang nabi bagi kita dan bukan seorang Bapa.

5. Seorang penginjil mempunyai hati bagi orang-orang yang tersesat, ia berduka bagi mereka, ia memiliki karunia untuk membawa mereka masuk kedalam kerajaan-Nya, mungkin ia melakukan perkara-perkara mujizat yang menyertai pelayanannya, mampu membawa orang pada pertobatan dan pengenalan akan Firman, tapi ia tetap seorang penginjil bagi kita dan bukan seorang Bapa.